Rabu, 14 September 2016

Hargailah waktu, walau sedetik


Add caption

1. Eh kapan sih deadlinenya? Masih lama kan?

2. Eh 10 menit lagi gue otw ya…

3. Entah kenapa kalo udah mempet sama deadline, ide-ide baru bermunculan

4. Lagi ga mood nih mau ngerjain beginian..

5. Gimana kalo besok aja?

Hari ini gue di peringatkan kembali oleh waktu, ibarat untuk kesekian kalinya melakukan hal yang sama, tak begitu jauh dari keledai,berasa serupa tapi tak sama.

Alkisah hari ini gue, apply confrence dari yseali di cebu,philphine dan gue baru cek email sehari sebelum deadline (kemarin).

entah kenapa, mager dan beranggapan deadlinenya besok, jadi besok pagi ngerjain dan emg udah janji aplly-nya bareng 2 manusia lainnya yang emang niatnya sama kayak gue.

dan keseknyo (hari ini) setelah dari pagi kita kerjain, yang essaynya lumayaan puanjaang banget dan baru selesai 2 jam sebelum deadline dan pas kita login, taraaaaa kalo webnya suspended, pas apply berulang-ulang tetap hasilnya error.. wadehel..

Entah untuk mau keberatus kalinya lagi sih del melakukan hal yang serupa? #Stupid ever~

Nyesal, dan akhirnya melupakan penyesalan serupa.

Apakah ingin melakukan kebodohan yang sama?

Kamis, 12 Mei 2016

Siapa yang paling dekat dengan kamu? Dan siapa paling sering menjatuhkan mu?





Sebelum gue memposting dan menjawab dari judul postingan kali ini, gue teringat dengan satu pertanyaan kepada salah seseorang speaker motivator dalam suatu forum atau seminar tentang enterpreneur, kira-kira pertanyaan nya seperti ini...


Selamat siang pak, saya seorang mahasiswa ekonomi jurusan akutansi, sekarang duduk dibangku semester 6.  Saya sangat mengagumin bapak,dan ingin menjadi seperti bapak. cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses, sama sepertinya kayak bapak, tapi dibalik itu semua, belum mendapat restu dari orang tua saya, dan tidak sedikitpun dari mereka mendukung saya untuk menjadi pengusaha. Bagaimana cara meyakinkan mereka pak? Dan saya takut tidak bisa membahagiankan mereka dengan jalan pilihan yang saya pilih pak.


Nah, dari sebuah pertanyaan tersebut, kita sudah dapat menarik kesimpulan sendiri, siapa orang yang paling dekat dengan kita? Dan siapa orang yang pertama kali sering menjatuhkan kita?
Nah, buat yang tidak sepedapat dengan gue,sah-sah aja, bahkan  gue cukup apresiasi dengan kalian..kenapa?  yups,..  jawabannya orang tua kalian cukup demokrasi dengan pilihan kalian, dan mendengarkan apa pilihan hidup kalian? 

Hidup itu pilihan, untuk memilih hidup juga adalah pilihan.

Yang masalahnya, apa tujuan hidup itu?


  Masalah siapa yang mensupport atau mendukungmu itu adalah orang “ke-dua dari hidup kita”, bak kata orang,  kita adalah seorang pemain, mereka adalah penonton,  ketika kita kalah, hujatan dan hinaan menghampiri, tapi ketika kita menjadi pemenang , penontonlah yang memuji-muji dan mengelu-elu kita.. menjadi seorang pemain yang cakap dan handal.

Setelah gue, memahami dari jawaban dari seorang motivator, gue tidak langsung ngejudge dan menerimanya mentah-mentah  , jika di telisik lebih dalam mungkin ada maksud lain dari sebuah jawaban, seperti ada maksud dari sebuah maksud.

Jadi kita mulailah mencoba untuk melihat dari sisi negatif untuk menjadi positif, ada maksud mengapa kita dijatuhkan ,agar atau supaya kita dapat survive untuk bangun lagi jika suatu nanti kita dalam kondisi terjatuh.

So, if you trust with your choice in your life, lets do it! And your paretns “will” support you!

Sabtu, 21 November 2015

Tips-tips dan alamat Sponsorship

Sponsorship pada umumnya tidak terlepas dari dukungan financial dan non financial. Sekarang gue ingin berbagi cara dan tips mendapatkan sponsorship dan informasi alamat perusahaan-perusahaan untuk mencari bantuan sponsor.

Berikut urutan langkah yang perlu diikuti, yaitu:

1.Identifikasi Sponsor
Langkah awal mendapatkan sponsor adalah mengidentifikasi calon sponsor untuk event kita. Dalam mengidentifikasi ini, kita harus dapat mencocokkan antara jenis event kita) dengan kepentingan sponsor.

2.Identifikasi Kontak Sponsor
Setelah mengetahui perusahaan atau organisasi yang potensial untuk mensponsori event  kita, tugas selanjutnya adalah mengidentifikasi siapa dalam perusahaan tersebut yang berwenang untuk memutuskan mensponsori suatu penyelenggaraan event. Beberapa perusahaan menunjuk bagian Corporate Communication untuk menentukan event apa saja yang bisa disponsori. Beberapa perusahaan lain menunjuk Direktur Pemasaran untuk memutuskan kerjasama sponsorship.

3.Surat & Proposal
Setelah mengetahui siapa yang perlu dikontak (Contact Person) untuk diajak kerjasama, kita perlu mengirim proposal berikut sponsor kit. Proposal merupakan bentuk penawaran resmi kita.

4.Hubungi Segera Pihak Sponsor
Jika proposal telah dikirim, tidak perlu menunggu lama untuk menghubungi pihak sponsor. Sesegera mungkin hubungi & temui langsung pihak yang berwenang untuk memutuskan kerjasama sponsorship.

5.Negosiasi & Kontrak
Apabila sponsor menunjukkan minatnya untuk mendukung acara pensi kita, penyelenggara harus bergegas membahas detail kesepakatan kerjasama. Tidak semua yang ditawarkan melaui proposal akan disetujui begitu saja, mungkin aka nada penawaran untuk menerima feedback lebih besar atau memberi nilai sponsorship lebih kecil. Kita harus berani bernegosiasi & hasilnya ditulis dalam kontrak.

6.Pelaksanaan Event
Apabila sponsor sepakat untuk mendukung acara, pada saat pelaksanaan event menjadi tugas kita untuk melaksanakan semua kesepakatan yang sudah ditandatangani dalam surat perjanjian sponsorship. Untuk menjaga kredibilitas, sebaiknya kita tidak sekedar memberi kontraprestasi berdasarkan kesepakatan, melainkan lebih daripada itu. Istilahnya “Under Promise, Over Delivery”. Jadi, berilah lebih dari ekspektasi yang diharapkan sponsor. Apabila puas, sponsor akan bersedia menjalin kerjasama jangka panjang.http://affiliate.blibli.com/scripts/imp.php?a_blibid=5620a08a2d411&a_blibaid=e2c67fe7

 
7.Pasca Event
Ketika event sudah terselenggara, hubungan kita dengan pihak sponsor belum selesai. Kita perlu melaporkan pelaksanaan kerjasama sponsorship & menjaga hubungan agar kerjasama bisa terus terjalin. Kepastian keberlanjutan hubungan membuat keberlangsungan event pensi kita akan lebih terjamin

Adapun alamat dan informasi perusahaannya, lo bisa coba kirim proposal ke perusahaan-perusahaan seperti dibawah ini :




Nobody know ! i believe his ways.

Sore ini, gue termenung sambil menatap lanskap kota dan yang kelihatnnya sebentar lagi akan turun hujan. Belakangan ini, hampir tiap sore langit kota ini selalu diguyur hujan dengan intesitas yang cukup deras. Mendung, gelap, cuaca ini cukup mewakili dan menceritakan kegalauan perasaan gue di sore ini.

Ga terasa kalo, sekarang sudah di masa peghujung kuliah, Semester tingkat akhir! Dilema perasaan yang tidak karuan ini selalu membayangi. Sebentar lagi gue udah nyusun skripsi, lalu lulus, pake toga dan lanjutnya? Ya, benar sekali kata orang-orang, kamu akan merasakan kehidupan yang-struggle  itu setelah memakai toga!

Gue mulai berfikir, langkah apa yang gue lakukan setelah lulus nanti?

 Job seeker ,scholarship hunter or entrepreneur?

Sampai saat ini,masih belum terbayangkan pilihan apa yang paling tepat.

Lakukan yang terbaik dan total, yaps! Cuma ini yang bisa gue lakukan. Dan tetap fokus apa yang didepan, semoga tuhan yang mengarahkan. Rejeki dan matematika tuhan siapa yang tahu.

Ilmu dan pelajaran yang gue petik :

Berprasangka baik, usaha dan berdoa. Tuhan itu melihat dan tidak tidur.

Kamis, 19 November 2015

Gagal Jadi Duta

Apa yang terpikirkan jika mendengar kata duta? Atau apa sih duta itu? Di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia ) menyatakan bahwa kata duta di kutip dari bahasa sangsekerta yang berarti perwakilan, utusan dalam suatu urusan/kepentingan.

Berarti gue peribadi mengambil kesimpula, apa itu Duta HIV/AIDS ? yaitu seseorang yang dipiih untuk menjadi perwakilan atau utusan yang diserahi tugas untuk mensosialisasi informasi serta penyuluhan tentang HIV/AIDS.
Tepat tanggal 30-31 Oktober 2015, diadakan seleksi Duta HIV/AIDS Prov. Bengkulu, dan you know what, guess I got challenging and apply for HIV/AIDS Ambassador of Bengkulu Province.

Kenapa harus Duta? Dan Kenapa harus Duta HIV/AIDS?
Gue sebenarnya ga punya experience dalam ikut pemilihan duta,  dengan didaftarkan diri gue menjadi peserta oleh temen dan modal nekat , serta ditambah sedikit percaya diri, sehingga, terdaftar lah nama gue disalah satu peserta seleksi tersebut. Sebenarnya manfaat ikut seleksi suatu program adalah mencari social network, dan new experience. Yaps, 2 hal itu walau ga dirasakan hari ini, pasti akan berguna untuk masa depan.
Seleksiya nya apa saja?

Disini gue bebragi pengalaman buat teman-teman yang ikut seleksi HIV/AIDS Prov.Bengkulu,
Seleksinya singkat tapi padat, jadi sebelum kita daftar, 
kita perlu registrasi ulang (pada umumnya) dan membawa form atau persyaratan yang harus dilengkapi, seperti curriculum vitae (CV), Pas foto full body dan close up, copyan sertifikat-sertifikat (opsioal), tapi gue saranin, makin banyak sertifikat tentulah penilaiannya akan berbeda dengan participant  yang tidak punya sertifikat sama sekali.

Seleksinya di Graha Aula Bungkarno, Jalan Soekarno hatta, Anggut Atas, Kota Bengkulu, dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore, Lama ya? Sebenarnya seleksinya ga lama, yang lama itu nunggu giliran seleksinya, karena per-participant memerlukan waktu 20 menit – 30 menit, bayangkan jika yang seleksi lebih dari 80 orang bahkan lebih,.

Setelah giliran, atau nomor participant gue dipanggil yaitu no 46, akhirnya gue masuk aula, dan didalamnya ada 5 stand/meja interviewer dengan materi yang berbeda-beda, dan 1 interviewer didalam ruangan karena persentasi atau unjuk bakat dan wawasan budaya.

Kisi-kisi dan tips yang bisa gue bagikan adalah 
  • be your self
  • jawab apa adaya, bukan ada apanya, tidak perlu mempeajari detail tentang HIV/Aids, karena tidak begitu diperlukan, paling secara general, 
  • berpenampilan terbaik, karena prinsip gue good looking is my priority (karena orang menilai seseorang bukan dari  dalam baru keluar, tapi dari luar ke dalam),
  • lebih banyak mendengar dari pada menjawab,
  • berilah jawaban yang tegas dan jangan ambigu,  
  • dan jangan lupa prepare bawa parfum, hahaha (yang terakhir optional sih, soalnya kalo gue, orangnya sering berkeringat)., 
  • and the last, jangan lupa nampilkan unjuk bakat minimal 2 kesenian


Tepat jam 00.00 dihari itu pula, pengumuman pun keluar, lewat social media, dan Alhamdulillah gue masuk finalis dan itu menunjukan bahwa gue harus dikarantina selama 4 hari, yaitu terhitung dari hari minggu- rabu.

Nama gue diurutan nomor 11

Antara rasa senang, marah, bingung pun bercampur aduk. 
Senang karena lolos masuk daftar finalis dan langkah menuju grand final sudah dekat, marah karena waktu karantina bentrok dengan waktu  UTS di kampus, ga nanggung-nanggung 4 mata kuliah UTS yang akan bentrok di waktu karantina, dan bingung gue harus miih yang  mana? Gue tipe orang yang fokus pada satu hal, karena time-management gue masih berantakan, gue pengen total, dengan hasil yang baik pula.

Setelah,menimbang dan memfikirkan 2-3 kali, akhirnya pilihan gue, mengundurkan diri dari seleksi pemilihan duta HIV/Aids Prov Bengkulu menuju grand final. Karena alasannya simple, kuliah adalah kewajiban gue dan pendidikan adalah prioritas gue.


Sedih, tapi itu namanya pilihan, harus memilih dan mengorbankan pilihan lainnya. Sebenarnya bisa sih, menjalankan kedua-duanya, Asalkan,bisa mengatur time manangement sebaik mungkin. 

tampak 1 finalist baris atas tidak menggunakan batik, pengganti gue
di Finalis Duta HIV/Aids 2015

Sabtu, 14 November 2015

Pendidikan di Indonesia itu

Menurut gue, dunia pendidikan di Indonesia saat ini masih  memprihatinkan dan keterpurukan, hal ini dikarenakan beberapa faktor  yaitu :


  Rendahnya mentalitas SDM di Indonesia.  Salah satu faktor yang menghambat kemajuan suatu bangsa dalam berbagai bidang adalah rendahnya mentalitas yang dimiliki oleh suatu bangsa itu pula. Rendahnya mentalitas yang dimiliki bangsa Indonesia ditandai dengan karakter sebagian bangsa Indonesia yang pemalas, tidak disiplin, melanggar peraturan, ketidak jujuran, KKN dan lain-lain. Hal ini juga dapat dilihat dari dunia pendidikan, peserta didik ditandai dengan sikap kurang menghormati guru,melanggar tata tertib, bolos sekolah,   tawuran, sikap tidak jujur dan aksi anarki lainnya.

Rendahnya kualitas tenaga pendidik di Indonesia. Keadaan tenaga pendidik di Indonesia masih memperihatinkan. Kebanyakan dari mereka  masih kurang berkompeten dan kurang profesional di bidangnya. Hal ini dilatar belakangi oleh tidak sedikit yang menjadi seorang tenaga pendidik/guru karena tidak diterima di jurusan lain ataupun kekurangan biaya, sehingga mereka menjadi guru karena bukan sesuai pilihannya. Tenaga pendidikan di Indonesia masih belum menjalankan amanatnya yang diatur pada pasal 39 UU No. 20 tahun 2003, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian

Anggaran APBN dan APBD jauh dari terealisasi

Tidak terpenuhnya alokasi anggaran pendidikan 20% dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan APBD (Anggararan Pendapatan dan Belanja Daerah). Hal ini sudah terlihat dari lemahnya kemauan politik dan komitmen serius dari pemerintah untuk memposisikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Realitanya, pemerintah lebih memprioritaskan pembayaran hutang negara daripada menganggarakan dana untuk pendidikan, tidak diketahui alasan mengapa Indonesia lebih mendahulukan bayar hutang daripada mendidik anak bangsa, padahal pendidikan adalah satu-satunya investasi yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.Dilihat dari APBD, yang diatur dalam pasal 31 ayat 4, UUD 1945, menyatakan bahwa daerah juga turut andil dalam mengalokasikan minimum 20% untuk anggaran pendidikan. Ironisnya hanya 44 daerah saja yang baru mengalokasikan anggaran pendidikan diatas 20% dari APBD, dengan kata lain tidak lebih dari 10% dari total 483 kabupaten dan kota di Indonesia masih belum melaksanakan kewajiban konstitusi dan dari mereka mengalokasikan anggaran dibawah 10% bahkan masih saja menganggarkan dana dibawah 5% untuk pendidikan. Bangsa Indonesia masih harus menunggu sekian tahun untuk benar-benar menikmati besaran anggaran 20% itu.

Perjuangan berangkat sekolah

Kualitas kurikulum yang belum standar dan kualitas infrastruktur yang belum memadai. Kurikulum pendidikan di Indonesia menjadi masalah yang harus diperbaiki. Pasalnya hampir setiap tahun mengalami perombakan dan belum adanya standar kurikulum yang digunakan. Kurikulum di Indonesia lebih berorientasi pada materi dan teori saja, namun seharusnya kurikulum ini juga memperhatinkan perkembangan ssoftskill dan mengikuti dinamika kebutuhan bisnis. Selain itu, polemik dana infrastruktur, dari dulu hingga sekarang masalah infrastruktur masih saja belum terselesaikan, masih banyak sekolah-sekolah belum menerima bantuan untuk perbaikan dan pembangunan gedung yang sudah rusak dan tidak layak.

Jumat, 13 November 2015

Internasional Maritime Youth Program

Banner of Event


Ayo ikut program,  IMYP 2015 ( International Maritim Youth Program 2015) .

Apa itu  IMYP, yaitu Event atau program dari Universitas Suawesi Barat kepada International Student dan termasuk Indonesia, untuk mempelajari dan  mengexlore lebih serta  peduli pada dunia maritime.

Siapa aja yang boleh ikut?
Eligiblity-nya buat seluruh mahasiswa dan pemuda di Indonesia/Internasional yang berusia 17 – 30 tahun,

Manfaatnya yang bakal didapat?
Free! Akan bertemu pemuda dari mancanegara, seluruh biaya discover dari penyelenggara, akomodasi local, homestay dan lain-lain.

Ayo buruan ikut! Event Internasional bergengsi !

More information : http://www.imypwsu.com