Apa yang terpikirkan jika mendengar kata duta? Atau apa sih
duta itu? Di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia ) menyatakan bahwa kata duta di
kutip dari bahasa sangsekerta yang berarti perwakilan, utusan dalam suatu
urusan/kepentingan.
Berarti gue peribadi mengambil kesimpula, apa itu Duta
HIV/AIDS ? yaitu seseorang yang dipiih untuk menjadi perwakilan atau utusan
yang diserahi tugas untuk mensosialisasi informasi serta penyuluhan tentang
HIV/AIDS.
Tepat tanggal 30-31 Oktober 2015, diadakan seleksi Duta
HIV/AIDS Prov. Bengkulu, dan you know
what, guess I got challenging and apply for HIV/AIDS Ambassador of Bengkulu
Province.
Kenapa harus Duta? Dan Kenapa harus Duta HIV/AIDS?
Gue sebenarnya ga punya experience dalam ikut pemilihan
duta, dengan didaftarkan diri gue menjadi
peserta oleh temen dan modal nekat , serta ditambah sedikit percaya diri, sehingga,
terdaftar lah nama gue disalah satu peserta seleksi tersebut. Sebenarnya
manfaat ikut seleksi suatu program adalah mencari social network, dan new
experience. Yaps, 2 hal itu walau ga dirasakan hari ini, pasti akan berguna
untuk masa depan.
Seleksiya nya apa saja?
Disini gue bebragi pengalaman buat teman-teman yang ikut
seleksi HIV/AIDS Prov.Bengkulu,
Seleksinya singkat tapi padat, jadi sebelum kita daftar,
kita perlu registrasi ulang (pada umumnya) dan membawa form atau persyaratan
yang harus dilengkapi, seperti curriculum vitae (CV), Pas foto full body dan
close up, copyan sertifikat-sertifikat (opsioal), tapi gue saranin, makin banyak
sertifikat tentulah penilaiannya akan berbeda dengan participant yang tidak punya
sertifikat sama sekali.
Seleksinya di Graha Aula Bungkarno, Jalan Soekarno hatta,
Anggut Atas, Kota Bengkulu, dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore, Lama ya?
Sebenarnya seleksinya ga lama, yang lama itu nunggu giliran seleksinya, karena
per-participant memerlukan waktu 20
menit – 30 menit, bayangkan jika yang seleksi lebih dari 80 orang bahkan
lebih,.
Setelah giliran, atau nomor participant gue dipanggil yaitu
no 46, akhirnya gue masuk aula, dan didalamnya ada 5 stand/meja interviewer
dengan materi yang berbeda-beda, dan 1 interviewer didalam ruangan karena
persentasi atau unjuk bakat dan wawasan budaya.
Kisi-kisi dan tips yang bisa gue bagikan adalah
- be your self,
- jawab apa adaya, bukan ada apanya, tidak perlu mempeajari detail tentang HIV/Aids, karena tidak begitu diperlukan, paling secara general,
- berpenampilan terbaik, karena prinsip gue good looking is my priority (karena orang menilai seseorang bukan dari dalam baru keluar, tapi dari luar ke dalam),
- lebih banyak mendengar dari pada menjawab,
- berilah jawaban yang tegas dan jangan ambigu,
- dan jangan lupa prepare bawa parfum,
hahaha(yang terakhir optional sih, soalnya kalo gue, orangnya sering berkeringat)., - and the last, jangan lupa nampilkan unjuk bakat minimal 2 kesenian
Tepat jam 00.00 dihari itu pula, pengumuman pun keluar,
lewat social media, dan Alhamdulillah gue masuk finalis dan itu menunjukan
bahwa gue harus dikarantina selama 4 hari, yaitu terhitung dari hari minggu-
rabu.
![]() |
| Nama gue diurutan nomor 11 |
Antara rasa senang, marah, bingung pun bercampur aduk.
Senang
karena lolos masuk daftar finalis dan langkah menuju grand final sudah dekat, marah karena waktu karantina bentrok dengan
waktu UTS di kampus, ga nanggung-nanggung 4 mata kuliah UTS yang akan bentrok di waktu karantina, dan bingung gue harus miih yang
mana? Gue tipe orang yang fokus pada satu hal, karena time-management
gue masih berantakan, gue pengen total, dengan hasil yang baik pula.
Setelah,menimbang dan memfikirkan 2-3 kali, akhirnya pilihan
gue, mengundurkan diri dari seleksi pemilihan duta HIV/Aids Prov Bengkulu
menuju grand final. Karena alasannya simple, kuliah adalah kewajiban gue dan
pendidikan adalah prioritas gue.
Sedih, tapi itu namanya pilihan, harus memilih dan
mengorbankan pilihan lainnya. Sebenarnya bisa sih, menjalankan kedua-duanya,
Asalkan,bisa mengatur time manangement sebaik mungkin.
![]() |
| tampak 1 finalist baris atas tidak menggunakan batik, pengganti gue di Finalis Duta HIV/Aids 2015 |


haha ini toh alasannya :D
BalasHapus